RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Emiten Bakrie Group, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), kembali ke pasar surat utang dengan menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp1,15 triliun. Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I dengan total target penghimpunan dana mencapai Rp4 triliun.
Dalam keterangannya, obligasi tersebut terbagi ke dalam dua seri. Obligasi Seri A ditawarkan sebesar Rp280,4 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,50 persen per tahun dan tenor tiga tahun. Sementara itu, Obligasi Seri B senilai Rp869,8 miliar menawarkan bunga tetap 8,60 persen per tahun dengan jangka waktu lima tahun.
BACA JUGA: Harga Emas Perhiasan di Rangkasbitung Anjlok, Turun Lebih Rp350 Ribu dalam Sepekan
Manajemen ENRG menjelaskan, bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 13 Mei 2026. Adapun pelunasan pokok obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo, yakni 13 Februari 2029 untuk Seri A dan 13 Februari 2031 untuk Seri B.
“Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan, dengan pembayaran terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi,” tulis manajemen dalam prospektus.
Dalam rangka penerbitan obligasi ini, Perseroan telah memperoleh pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap II mendapatkan peringkat idA+ (Single A Plus), yang mencerminkan kapasitas kuat Perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang.








