
Sementara itu, Jalan Tol Pelabuhan Panjang – Lematang sepanjang 11,74 km juga memberikan dampak signifikan bagi kawasan industri. Djoko mengungkapkan bahwa tol ini mampu menghemat waktu tempuh hingga 76,44% dan jarak tempuh hingga 38,80%. Peningkatan aksesibilitas ini diharapkan memperlancar distribusi barang dan bahan baku.
Tak hanya itu, hasil pertanian dari beberapa kabupaten di Lampung kini lebih mudah diangkut ke Banten dan Jabodetabek berkat JTTS.
“Jalan tol ini mempercepat dan mengefisienkan distribusi padi, kopi, kelapa sawit, dan karet,” tambahnya.
Kesiapan Tol Fungsional
Terkait kesiapan ruas tol fungsional untuk mendukung arus mudik Lebaran 2025, Djoko menyebutkan bahwa terdapat tiga ruas tol fungsional yang telah disiapkan, yakni:
- Palembang – Betung (Seksi Rengas – Pangkalan Balai) sepanjang 33,625 km.
- Sigli – Banda Aceh (Seksi 1) sepanjang 23,955 km.
- Padang – Sicincin sepanjang 35,9 km.
Meski demikian, Djoko mengingatkan bahwa ruas tol fungsional memiliki keterbatasan operasional dibandingkan tol berbayar. Tol fungsional hanya beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 18.00 dengan dukungan sejumlah personel dan armada, seperti mobil ambulans, mobil derek, dan kendaraan operasional tol.

Selain itu, demi keselamatan pengguna jalan, kecepatan kendaraan di ruas tol fungsional dibatasi maksimal 40 km per jam.
Dengan adanya JTTS dan kesiapan tol fungsional, Djoko berharap konektivitas antarwilayah semakin baik dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Sumatera.
BACA JUGA:Â Kolaborasi KAI Daop 6 dan Kejari Sleman Buahkan Hasil, Kini Aset Seluas Ribuan Meter Berhasil Ditertibkan
“Ke depan, pengembangan wilayah di sekitar gerbang tol diharapkan dapat menciptakan kawasan ekonomi baru dan mendorong pertumbuhan kota-kota baru,” pungkasnya.








