RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Peredaran obat palsu masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan terdapat delapan jenis obat yang paling sering dipalsukan dan beredar di masyarakat, berdasarkan hasil pengawasan serta laporan publik.
Sebagai langkah perlindungan, BPOM kini membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat melalui kanal khusus yang memuat data temuan obat palsu.
BACA JUGA: BPOM Buka 781 Formasi CPNS 2024: Ini Daftar Zona Penempatan
BPOM menghadirkan Kanal Komunikasi Risiko Obat Palsu yang berisi informasi terperinci mengenai produk palsu. Melalui kanal ini, masyarakat dapat mengetahui identitas dan foto obat palsu, pola peredaran, dampak konsumsi, hingga langkah penegakan hukum yang telah dilakukan.
Selain itu, kanal tersebut dapat diakses melalui website resmi dan media sosial BPOM. Kehadiran kanal ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik, mengingat masih banyak masyarakat yang kesulitan membedakan obat asli dan palsu.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyebutkan keterbatasan informasi kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mengedarkan obat palsu.
“Kanal ini merupakan wujud komitmen BPOM dalam memberantas peredaran obat palsu, yaitu melalui penyampaian komunikasi risiko obat palsu kepada masyarakat,” ujar Taruna Ikrar dalam keterangan resminya, Senin (29/12/2025).
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 1 dari 10 produk medis di negara berpendapatan rendah dan menengah merupakan produk substandar atau palsu. Kondisi ini hingga kini masih menjadi gambaran besarnya masalah obat palsu di tingkat global.
Oleh sebab itu, WHO mendorong setiap otoritas pengawas obat nasional untuk secara aktif menyampaikan temuan obat palsu kepada publik sebagai bentuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Ini Daftarnya
BPOM merilis delapan produk obat yang dinilai rawan pemalsuan berdasarkan temuan di lapangan dan laporan masyarakat, sebagai berikut:
-
Viagra
Informasi detil: klik di sini -
Cialis
Informasi detil: klik di sini -
Ventolin Inhaler
Informasi detil: klik di sini -
Dermovate Krim
Informasi detil: klik di sini -
Dermovate Salep
Informasi detil: klik di sini -
Ponstan
Informasi detil: klik di sini -
Tramadol Hydrochloride
Informasi detil: klik di sini -
Hexymer
Informasi detil: klik di sini -
Trihexyphenidyl Hydrochloride
Informasi detil: klik di sini
Meski begitu, BPOM memastikan daftar ini akan terus diperbarui sesuai dengan hasil pengawasan terbaru.
“Kami akan meng-update data obat palsu sesuai hasil temuan kami di lapangan. Ke depan, masyarakat dapat memantaunya secara berkala melalui kanal khusus di website BPOM,” lanjut Taruna Ikrar.












