Curhat Allano Lima: Mungkin Jika Saya Berkulit Putih, Saya Tak Diperlakukan Seperti Ini

RUANGBICARA.co.id – Kemenangan Persija Jakarta di kandang Malut United justru menyisakan luka batin bagi salah satu pemainnya, Allano Lima. Pasalnya, ia kembali diganjar kartu kuning, sehingga kini tercatat sebagai pemain depan dengan koleksi kartu kuning terbanyak, meski di sisi lain ia tetap menunjukkan performa ciamik di lapangan hijau.

Allano tercatat sudah mengoleksi 11 kartu kuning dari 20 laga yang sudah dilakoninya bersama Macan Kemayoran.

BACA JUGA: Usai Tekuk Madura United, Allano dan Maxwell Dinilai Egois, Manajemen Persija Diminta Evaluasi

Baru-baru ini, lewat unggahannya di Instagram Story, pemain asal Brasil itu mencurahkan rasa frustrasinya terkait rentetan kartu kuning yang ia terima.

Alih-alih merayakan kemenangan penting timnya, Allano mengaku dihantui perasaan tidak adil yang menurutnya sudah terjadi berulang kali sepanjang kariernya di Indonesia.

Dalam unggahannya itu, Allano menegaskan dirinya hanyalah manusia biasa yang merasakan ketakutan dan frustrasi atas situasi yang dialaminya di lapangan.

“Saya bukan orang suci. Saya manusia biasa. Apa yang terjadi berulang kali adalah sesuatu yang sangat menakutkan bagi saya,” tulisnya, dikutip Kamis (26/2/2026).

Dia sendiri mengaku heran dengan banyaknya kartu kuning yang diterimanya, bahkan ketika dirinya merasa tidak melakukan pelanggaran serius. Padahal, ia telah menjalani karier profesional selama lebih dari satu dekade.

“Saya sudah menjadi pemain profesional selama lebih dari 10 tahun dan tidak pernah di mana pun saya dihukum sebanyak seperti sekarang,” ungkapnya.

Menurut Allano, kondisi ini membuatnya sulit menikmati permainan. Ia bahkan merasa dihukum saat justru menjadi korban pelanggaran.

“Saya bekerja sangat keras untuk menikmati setiap pertandingan, dan bahkan ketika saya dilanggar, justru saya yang mendapat kartu,” lanjutnya.

Salah satu bagian paling menyita perhatian dari curhatan Allano adalah ketika ia menyinggung kemungkinan adanya perlakuan berbeda terhadap dirinya karena warna kulit.

“Mungkin jika saya berkulit putih, saya tidak akan diperlakukan seperti ini,” tulisnya.

Ia juga menegaskan dirinya tidak pernah menyerang siapa pun hingga layak menerima banyak kartu yang dianggapnya tidak perlu. Situasi tersebut, menurutnya, telah mengganggu kebebasannya untuk mengekspresikan diri di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *