- Apri Artoto sebagai Sekretaris Jenderal
- Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air
- Bisma Staniarto sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
- Adenan Rasyid sebagai Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah
- Rachman Arief Dienaputra sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Budaya, dan Peran Masyarakat
- Indro Pantja Pramodo sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Investasi
- Pantja Dharma Oetojo sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan
Dalam kesempatan itu, Dody juga menekankan pentingnya penguatan aparatur sipil negara (ASN) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebutkan bahwa salah satu fondasi utama statecraft terletak pada ASN yang solid dan berintegritas.
“Kementerian PU perlu terus mendorong perbaikan tata kelola dan penguatan integritas ASN secara konsisten. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang profesional,” jelasnya.
Menurutnya, profesionalisme harus berjalan seiring dengan integritas guna menciptakan sistem kerja yang sehat, adaptif, serta berorientasi pada hasil.
Salah satu posisi strategis yang diisi adalah Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA), yang sebelumnya kosong setelah Dwi Purwantoro mengundurkan diri.
Pengunduran diri tersebut berkaitan dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan kerugian negara mencapai Rp1 triliun. Dody menyebut bahwa pihaknya menerima surat dari BPK pada Januari dan Agustus 2025 mengenai temuan tersebut.
BACA JUGA: Prabowo Klaim MBG Jadi Mesin Ekonomi Baru
Terakhir, Dody mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik dan berharap mereka dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Saya mengucapkan selamat bertugas. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.






