JAKARTA- Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk nelayan kini menggunakan digitalisasi. Tujuannya untuk mencegah terjadinya kebocoran BBM bersubsidi kepada golongan yang tidak berhak.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Lotharia Latif mengatakan digitalisasi merupakan sebuah proses inovasi untuk mencegah terjadinya penyimpangan BBM bersubsidi yang diberikan oleh Pemerintah.
“Kami akan terus edukasi dan sosialisasi agar para nelayan terbiasa. Mungkin para nelayan belum familiar dengan sistem ini. Namun ini menjadi upaya pemerintah untuk mencegah kecurangan,” kata Lotharia Latif dikutip Rabu (15/10/2024).
Latif menjelaskan, dengan digitalisasi para nelayan dapat menggunakan sistem QR Code untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Untuk memaksimalkannya, Pemerintah membangun SPBUN. Salah satunya di Pemalang, Jawa Tengah.












