RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa isu resesi yang belakangan digaungkan sejumlah ekonom tidak sesuai dengan kondisi riil perekonomian nasional. Menurutnya, berbagai indikator justru menunjukkan ekonomi Indonesia sedang mengalami percepatan pertumbuhan.
Purbaya menilai narasi mengenai potensi resesi tidak sejalan dengan data yang menunjukkan tren perbaikan di berbagai sektor ekonomi. Salah satu indikator yang disoroti adalah indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur yang mencapai 53,8 pada Februari 2026. Angka tersebut menandakan sektor manufaktur masih berada dalam fase ekspansi dan menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
BACA JUGA: Aksi Sosial Petrosea Awak Mas Project di Bulan Ramadan, Puluhan Anak Yatim di Luwu Disantuni
“Katanya kita sudah resesi. Ekonom-ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi, tinggal hancurnya. Padahal kalau kita lihat dari tadi PMI naik ke level yang tinggi, kemudian Mandiri MSI juga di level 360,7 dengan tren yang terus meningkat. Artinya kita memang sedang mengalami akselerasi,” ujar Purbaya, dikutip Senin (16/3/2026).
Purbaya menjelaskan, PMI mencerminkan aktivitas produksi atau sisi suplai dalam perekonomian. Ketika indeks berada di atas level 50, hal itu menandakan sektor manufaktur sedang berkembang, sehingga menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi nasional masih tumbuh.
Selain PMI, sejumlah indikator lain juga menunjukkan perkembangan positif. Penjualan mobil pada Februari 2026 tercatat tumbuh 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat.












