Namun, beberapa produk tetap menunjukkan peningkatan. Nikel (HS 75) naik 87,26 persen, aluminium (HS 76) naik 49,70 persen, dan mesin mekanis (HS 84) tumbuh 15,97 persen. Selain itu, produk kimia (HS 38) naik 8,55 persen dan besi serta baja (HS 72) naik 6,91 persen (MoM).
Pasar Utama dan Kawasan yang Tumbuh
Tiongkok, AS, dan India menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia pada November 2024. Nilai ekspor ketiganya mencapai USD 10,16 miliar atau 44,82 persen dari total ekspor nasional.
Beberapa negara mencatat peningkatan signifikan. Qatar melonjak 1.061,73 persen, Spanyol tumbuh 127,36 persen, Pakistan naik 56,37 persen, Meksiko 29,69 persen, dan Bangladesh 20,64 persen (MoM).
BACA JUGA:Â Asyik! Pemerintah Beri Diskon 10 Persen Tarif Tol saat Nataru 2024/2025
Berdasarkan kawasan, ekspor ke Eropa Selatan naik 22,95 persen, Amerika Tengah 20,13 persen, Asia Barat 16,79 persen, Afrika Timur 13,79 persen, dan Afrika Barat 10,56 persen.
Ekspor ke pasar nontradisional menunjukkan peluang besar meski ada tantangan. Ekspor ke Australia turun 37,92 persen, Eropa Barat 30,68 persen, Asia Tengah 21,46 persen, Afrika Tengah 18,51 persen, dan Karibia 12,84 persen. Namun, peningkatan di kawasan lain memberi harapan untuk pertumbuhan ekspor pada 2024.








