RUANGBICARA.co.id – Kerinduan penggemar terhadap trio legendaris Dono, Kasino, dan Indro tampaknya akan segera terobati dengan cara yang modern. Falcon Pictures baru saja merilis official trailer untuk film terbaru mereka, “Warkop DKI Reborn: Viralin Doooong..!!” pada Kamis (30/4/2026). Hanya dalam hitungan jam, video tersebut langsung meroket ke jajaran trending YouTube kategori film hingga saat ini (2/5), memicu diskusi hangat di berbagai platform media sosial.
Berbeda dari seri-seri sebelumnya, Warkop DKI Reborn 2026 membawa premis yang sangat relevan dengan fenomena saat ini yakni obsesi menjadi viral. Dalam cuplikan berdurasi 2 menit 48 detik tersebut, trio ini dikisahkan sedang terjepit masalah ekonomi mulai dari tunggakan kontrakan hingga pemecatan yang akhirnya mendorong mereka terjun ke dunia konten kreator.
BACA JUGA: Rekomendasi Film Action Terbaik, dari Pilihan Film Laga Seru, Hollywood hingga Korea
Salah satu adegan yang mencuri perhatian adalah upaya mereka melakukan settingan mistis demi mendongkrak viewers. “Kita cari nenek-nenek, kita suruh akting jadi mayat,” seloroh salah satu karakter, yang menggambarkan betapa miris sekaligus lucunya upaya orang-orang demi popularitas instan di dunia maya.
Namun, pusat pembicaraan netizen bukanlah soal plot semata, melainkan performa Desta yang dipercaya memerankan karakter almarhum Dono. Kolom komentar YouTube dan lini masa X (Twitter) dibanjiri pujian yang menyebut Desta berhasil menangkap gestur, logat, hingga ekspresi ikonik sang legenda.
“Desta bukan cuma pakai prostetik, tapi soul-nya Dono dapet banget! Dari caranya bingung sampai gaya bicaranya, mirip banget!” tulis salah satu netizen yang viral. Transformasi ini dianggap sebagai salah satu casting paling berani sekaligus berhasil dalam sejarah reboot Warkop DKI.
Meski dibalut dengan tema modern, trailer ini tetap menyisipkan elemen nostalgia yang menjadi nyawa Warkop. Sapaan khas “Jangan sampai lolos!” hingga kehadiran sosok-sosok misterius di tengah perjalanan mereka menuju “Festival Kolima” memberikan kesan komedi petualangan yang klasik.
Film ini juga tampaknya akan menyentil fenomena ghosting, tren short-form video, hingga perilaku “sok akrab” di media sosial melalui dialog-dialog satir yang cerdas.












