Dengan tegas, ia menyatakan bahwa transparansi dan akuntabilitas di lingkungan pemerintahan adalah hal yang krusial. Jenal menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat melalui praktik pemerintahan yang bersih, dimulai dari pimpinan hingga jajaran terbawah.
Selain itu, KMP juga menyoroti lambatnya progres pembangunan Pusat Pemerintahan Kabupaten Serang (Puspemkab). Meskipun usia Kabupaten Serang telah mencapai 499 tahun, pembangunan Puspemkab di Ciruas masih belum rampung.
Jenal menyebut bahwa pembangunan yang telah direncanakan sejak Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010-2015 hingga kini belum terselesaikan.
“Kami melihat progres pembangunan Puspemkab sangat lambat dan tidak transparan. Dari rencana 66 gedung yang akan dibangun, hanya sekitar 6-7 gedung yang baru terwujud. Selain itu, masalah sengketa lahan dan mafia tanah juga menjadi sorotan kami. Mari kita kawal bersama pembangunan di Kabupaten Serang ini,” tutupnya.
BACA JUGA:Â Tahanan Kabur, Kapolres Serang Candra Sasongko Bungkam Tak Berikan Tanggapan
Aksi demonstrasi ini berlangsung damai dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Setelah berhasil menyampaikan aspirasi mereka, massa membubarkan diri dengan tertib, sembari berharap pemerintah segera merespon tuntutan mereka terkait pemberantasan korupsi dan percepatan pembangunan.










