“Sampah yang sudah terpilah itu bisa ditukar dengan nominal rupiah, yang penting ada keinginan dan kemauan untuk mengambil sampah,memilah sampah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Novi Oktaviani menyoroti dampak pencemaran terhadap kesehatan perempuan dan anak-anak. Menurutnya, pencemaran air dan udara dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas domestik, seperti kebutuhan air bersih untuk kebersihan pribadi.
Terakhir, aktivis lingkungan Mad Haer Effendy menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Ia menjelaskan bahwa alam merupakan bagian dari tubuh manusia yang harus dirawat dan dijaga.
BACA JUGA:Â Tak Terima Nama Dicatut, Koordinator Gusdurian Lebak: Tidak Etis dan Tidak Patut!
“Bicara lingkungan bukan hanya perihal sampah tapi lebih dari itu. Banyak Masyarakat yang tidak ekspos dari isu tersebut,” tutup Aeng, sapaan akrabnya.
Dengan demikian, Komunitas GUSDURian Serang berharap acara ini dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab bersama terhadap isu lingkungan, sesuai dengan semangat Gus Dur.






