RUANGBICARA.co.id – Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga disiplin fiskal di tengah tekanan geopolitik global dengan tidak melonggarkan batas defisit APBN 2026. Alih-alih membuka ruang defisit lebih lebar, pemerintah memilih menempuh strategi efisiensi dan optimalisasi belanja kementerian dan lembaga sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah konkret untuk memastikan penggunaan anggaran menjadi lebih tepat sasaran di tengah ketidakpastian global.
BACA JUGA: Jelang Lebaran, Harga Cabai hingga Ayam Meroket, IKAPPI: Puncaknya Segera Tiba
“Pemerintah memilih fokus pada optimalisasi anggaran melalui efisiensi belanja kementerian dan lembaga,” ujar Airlangga, dikutip Selasa (17/3/2026).
Airlangga menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden untuk menjaga defisit tetap di kisaran 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).












