Gilimanuk Diserbu Pemudik, ASDP Tambah Armada hingga 35 Kapal

RUANGBICARA.co.id – Lonjakan arus mudik menjelang Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri membuat Pelabuhan Gilimanuk dipadati kendaraan. Mengantisipasi antrean panjang, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah cepat dengan menambah armada hingga 35 kapal untuk melayani penyeberangan lintas Bali–Jawa.

Kepadatan ini dipicu oleh meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang penutupan sementara layanan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang pada 18–20 Maret 2026. Kondisi tersebut membuat antrean kendaraan sempat mengular hingga belasan kilometer dari pelabuhan.

BACA JUGA: ASDP Diakui KIP sebagai BUMN Informatif

Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada H-4 atau 17 Maret 2026, tercatat sebanyak 25.105 unit kendaraan menyeberang dari Bali menuju Jawa. Angka ini naik 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 24.716 unit.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 16.909 unit atau meningkat 7,2 persen. Sementara itu, kendaraan roda empat tercatat 6.016 unit, truk 1.586 unit, dan bus sebanyak 594 unit. Total penumpang yang menyeberang mencapai 74.263 orang dengan 243 trip kapal.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-4, jumlah penumpang mencapai 383.398 orang atau naik 0,3 persen, sedangkan total kendaraan mencapai 122.892 unit atau meningkat 2,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kerahkan Kapal Tambahan

Untuk mengurai antrean, ASDP mengerahkan kapal bantuan KMP Prima Nusantara milik PT Jembatan Nusantara. Kapal ini kini aktif beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk guna meningkatkan kapasitas angkut sekaligus mempercepat proses bongkar muat.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menyatakan bahwa langkah ini merupakan strategi konkret untuk mempercepat layanan di lintasan tersibuk.

“Pengerahan kapal tambahan ini menjadi upaya kami untuk menekan waktu tunggu dan mempercepat arus kendaraan secara bertahap,” ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan pemantauan pada Rabu (18/3) pukul 10.00 WITA, antrean kendaraan sempat mencapai wilayah Desa Melaya dengan panjang sekitar 11 kilometer dari pelabuhan. Namun, dengan penambahan armada dan pengaturan arus yang lebih terstruktur, kondisi mulai berangsur membaik.

Pemerintah juga turut turun tangan dalam penanganan kepadatan ini. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan ASDP dan pihak terkait dalam mengurai kemacetan.

Upaya yang dilakukan meliputi pengoperasian kapal berkapasitas besar, optimalisasi buffer zone, serta penerapan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) guna mempercepat perputaran kapal di pelabuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *