Klarifikasi
Selanjutnya, Gus Yahya mengaku menyesalkan sikap Syuriyah yang tidak memberinya kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi terhadap alasan dirinya diminta mundur. Menurutnya, hal ini tidak sesuai dengan AD/ART serta peraturan organisasi yang telah disepakati.
“Seseorang bisa diberhentikan secara tidak hormat hanya bila melakukan tindakan tertentu. Kalau berhenti secara hormat itu karena mengundurkan diri. Tapi yang sekarang terjadi tidak mengikuti ketentuan itu,” jelasnya.
Sebelumnya, desakan agar Gus Yahya mundur muncul setelah polemik hadirnya tokoh pro-Israel ke akademi NU. Hal tersebut kemudian tertuang dalam risalah rapat Syuriyah yang ditandatangani Rais Aam Miftachul Akhyar pada Jumat (21/11).
Dalam dokumen itu dituliskan, “Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari sejak diterimanya keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU.”
Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta seluruh jajaran NU untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi merupakan dinamika organisasi yang sedang berjalan sesuai mekanisme internal.
“Saya minta semua pengurus dan warga NU tetap tenang, tidak terbawa arus berita yang menyesatkan, dan tidak memperbesar kesalahpahaman,” ujar Gus Ipul, Jumat (21/11/2025).
BACA JUGA: Izin Terbit, PBNU Siap Kelola 26.000 Hektar Tambang
Gus Ipul juga mengimbau seluruh struktur NU, mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU hingga tingkat ranting, agar tetap menjaga suasana kondusif sambil menunggu proses organisasi berjalan sebagaimana mestinya.












