Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 39,1 miliar lembar saham dengan frekuensi 2,6 juta kali. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp17,6 triliun, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp13.610 triliun.
Di jajaran saham, PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) menjadi top losers setelah anjlok 14,73% ke Rp191. Disusul PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) yang turun 14,66% ke Rp99, serta PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) yang melemah 14,56% ke Rp282.
Sebaliknya, saham-saham lapis kecil mencuri perhatian di sisi penguatan. PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) melonjak 34,44% ke Rp121, diikuti PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) yang naik 34,33% ke Rp90, serta PT Green Power Group Tbk (LABA) yang melesat 34,19% ke Rp157.
Untuk saham teraktif, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin dengan nilai transaksi Rp801,04 miliar. Diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp769,34 miliar dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Rp722,51 miliar.
BACA JUGA:Â Jejak Karier Hery Susanto, Ketua Ombudsman yang Baru Sepekan Menjabat Ditahan Kejagung
Secara keseluruhan, koreksi tipis IHSG mencerminkan sikap wait and see investor terhadap perkembangan geopolitik global. Meski sentimen positif mulai muncul, pasar masih membutuhkan kepastian konkret sebelum melanjutkan penguatan yang lebih solid.






