RUANGBICARA.co.id – Kabar mengejutkan datang dari Samudra Atlantik. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia diduga akibat terpapar hantavirus di sebuah kapal pesiar. Menanggapi hal ini, Organisasi Kesehatan Dunia tengah melakukan investigasi epidemiologi, termasuk pengurutan virus guna mengidentifikasi sumber penularan.
Kasus ini kembali memicu kekhawatiran publik dan meningkatkan pencarian informasi terkait penyakit tersebut.
BACA JUGA:Â Rabies Mengintai! Ini Langkah Serius Jakarta Pusat Cegah Wabah
Berikut rangkuman lengkap 15 pertanyaan yang paling sering diajukan seputar wabah hantavirus, berdasarkan data resmi Kementerian Kesehatan RI.
1. Apa itu penyakit Hantavirus?
Hantavirus adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus dari genus Hantavirus (famili Bunyaviridae). Virus ini ditularkan melalui rodensia seperti tikus dan mencit.
2. Apa yang terjadi jika seseorang terinfeksi?
Infeksi hantavirus dapat menimbulkan dua kondisi utama:
- HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome): menyerang ginjal
- HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome): menyerang paru-paru
3. Apakah Hantavirus penyakit baru?
Tidak. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1978 di Korea Selatan, terkait wabah demam berdarah pada masa perang Korea.
4. Bagaimana persebarannya di dunia?
Persebaran berbeda tergantung jenis virus, antara lain:
- Asia: Hantaan
- Eropa: Puumala, Dobrava
- Amerika: Sin Nombre, Andes
- Global: Seoul
5. Bagaimana situasinya di Indonesia?
Kasus pada manusia memang belum banyak dilaporkan, tetapi penelitian menunjukkan keberadaan virus ini pada rodensia di berbagai wilayah Indonesia.
6. Bagaimana penularannya?
Penularan terjadi melalui udara yang terkontaminasi urin, tinja, atau air liur rodensia. Hingga kini belum ada bukti penularan antar manusia.
7. Bisakah mengenali tikus pembawa virus?
Tidak mudah. Rodensia pembawa hantavirus biasanya tidak menunjukkan gejala.








