RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perdebatan di ruang publik. Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo Subiantoitu disebut pemicu gejolak ekonomi dan mengganggu anggaran pendidikan.
Isu terbaru yang ramai diperbincangkan di media sosial adalah dugaan kenaikan harga bahan rempah sejak MBG mulai berjalan. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program makan gratis tidak dirancang untuk memicu lonjakan harga komoditas.
“Intinya saya mau jawab. Program MBG ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Teddy kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Sabtu (28/2/2026).
BACA JUGA: Kenaikan Iuran BPJS Ditunda, APBN Tanggung Lebih dari 60 Persen Pembiayaan
Ia menambahkan, detail teknis pelaksanaan serta berbagai aspek yang perlu disempurnakan akan dijelaskan langsung oleh Kepala Badan yang menangani MBG. Pemerintah, kata dia, terbuka terhadap evaluasi dan siap melakukan perbaikan agar implementasi program tetap tepat sasaran serta tidak menimbulkan distorsi di lapangan.
Tak hanya soal harga bahan pangan, MBG juga disorot karena dinilai memangkas anggaran pendidikan. Teddy membantah keras narasi tersebut. Ia memastikan bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 telah disepakati bersama DPR RI dan tidak mengalami pemotongan akibat program makan gratis.
“Anggapan itu keliru,” tegasnya.












