RUANGBICARA.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mematangkan langkah-langkah strategis menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026/1447 Hijriah. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Pramono Anung saat memimpin Rapat Pimpinan Paripurna di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/3).
Dalam rapat tersebut, Pramono menegaskan pentingnya memastikan keselamatan transportasi, kelaikan kendaraan, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Pemprov DKI menyiapkan 2.282 bus yang akan beroperasi di terminal utama dan terminal bantuan, sementara layanan Transjakarta tetap beroperasi 24 jam di 14 koridor BRT.
BACA JUGA: Pemerintah Minta Publik Tenang saat Rupiah Tembus Rp17.000 dan Anjloknya IHSG
Selain itu, rute baru Transjabodetabek Blok M–Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga akan diresmikan pada 12 Maret 2026 untuk memperkuat konektivitas transportasi publik dari dan menuju Jakarta.
Selain penguatan transportasi, Pemprov DKI Jakarta meluncurkan program Mudik ke Jakarta sebagai bagian dari Jakarta Festival Ramadan. Program ini memanfaatkan kondisi kota yang lebih lengang selama arus mudik untuk mendorong sektor pariwisata dan perdagangan.
Berbagai paket wisata, hiburan, serta promo belanja hingga 80 persen ditawarkan kepada masyarakat. Sejumlah agenda yang disiapkan di antaranya Hijab Fashion Show di Tanah Abang dan Festival Eid Mubarak di Bundaran HI.
Dengan tagline “Jakarta Lengang, Liburan dan Belanja Senang, Cuan Datang”, Pemprov berharap masyarakat dapat menikmati suasana kota selama libur Lebaran sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami meyakini mudik tetap terjadi dalam jumlah besar. Kondisi Jakarta yang lebih lengang justru bisa menjadi peluang ekonomi, khususnya bagi sektor pariwisata dan perdagangan,” jelas Pramono.
Pemprov juga menyiapkan program mudik gratis bagi 30.774 pemudik menggunakan 709 bus, meningkat dari rencana awal sebanyak 26.000 orang. Pelepasan peserta dijadwalkan pada 17 Maret 2026 di Monumen Nasional (Monas), dengan seluruh peserta melalui proses verifikasi agar program berjalan tertib dan lancar.
Selain fokus pada transportasi dan program mudik, Gubernur Pramono juga menetapkan logo resmi peringatan 5 Abad Jakarta, hasil sayembara publik yang akan menjadi identitas kegiatan menuju puncak perayaan pada 22 Juni 2027. Logo tersebut tidak menggantikan identitas resmi DKI Jakarta, melainkan menjadi simbol khusus untuk momentum bersejarah ibu kota.
Perayaan malam takbiran juga telah disiapkan, dengan Car Free Night di Bundaran HI mulai pukul 22.00 WIB. Kegiatan ini didukung penuh oleh layanan Transjakarta untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar.












