RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya sejak Minggu, 18 Januari 2026, menyebabkan genangan banjir di sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 47 rukun tetangga (RT) dan 23 ruas jalan di empat wilayah Jakarta terdampak banjir, dengan ketinggian air bervariasi hingga 100 sentimeter.
BPBD DKI Jakarta menyebutkan, genangan banjir terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Kondisi tersebut dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi serta luapan sejumlah aliran sungai, di antaranya Kali Ciliwung dan Kali Semongol. Akibatnya, puluhan warga terpaksa mengungsi ke lokasi penampungan sementara.
BACA JUGA: Demi Menit Bermain, Miliano Jonathans Tinggalkan FC Utrecht dan Gabung Excelsior
Di Jakarta Barat, banjir merendam 21 RT yang tersebar di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Jelambar, Kamal, dan Tegal Alur. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter. Genangan tertinggi dilaporkan terjadi di Kelurahan Kedaung Kali Angke akibat hujan lebat, serta di Kelurahan Kamal yang terdampak luapan Kali Semongol.
Sementara itu, Jakarta Pusat mencatat sebanyak 13 RT tergenang di Kelurahan Serdang, dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Genangan di wilayah tersebut disebabkan oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan sejak dini hari.
Di Jakarta Timur, banjir melanda delapan RT di Kelurahan Cakung Barat, Rawa Terate, dan Cawang. BPBD melaporkan, genangan terdalam terjadi di Rawa Terate dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 90 sentimeter. Adapun banjir di wilayah Cawang dipicu oleh luapan Kali Ciliwung.
Kondisi serupa juga terjadi di Jakarta Utara. Sebanyak lima RT di Kelurahan Pademangan Barat, Tanjung Priok, dan Kapuk Muara dilaporkan tergenang dengan ketinggian air antara 20 hingga 45 sentimeter, yang mayoritas disebabkan oleh curah hujan tinggi.
Selain permukiman warga, genangan air juga merendam 23 ruas jalan utama, terutama di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Genangan tertinggi tercatat di Jalan Kampung Sepatan, Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter. Sementara itu, Jalan Gunung Sahari di Pademangan Barat tergenang hingga 70 sentimeter, sehingga mengganggu arus lalu lintas.
BPBD DKI Jakarta juga mencatat adanya pengungsian warga. Di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, sebanyak 12 kepala keluarga (KK) atau 29 jiwa mengungsi di RPTRA Alur Anggrek. Sedangkan di Kelurahan Rawa Terate, Jakarta Timur, sebanyak 12 KK atau 24 jiwa mengungsi di Lapangan United Traktor dan Masjid Al Istiqomah.
Sejumlah wilayah dilaporkan mulai berangsur surut, di antaranya Kelurahan Duri Kepa, Jembatan Lima, Ancol, Kampung Melayu, serta beberapa ruas jalan di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.
Dalam penanganan banjir, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel ke lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Upaya penyedotan air dan optimalisasi saluran drainase terus dilakukan agar genangan dapat segera surut.












