RUANGBICARA.co.id – Destinasi wisata jembatan kaca di kawasan Ibu Kota Nusantara kian ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat libur Lebaran. Keindahan panorama alam serta sensasi berjalan di atas kaca membuat lokasi ini cepat menjadi primadona baru di Kalimantan Timur.
Berdasarkan pantauan dari konten kreator YouTube Dian Rana®, suasana di hari kedua Lebaran terlihat sudah ramai sejak pagi. Ia mengunjungi lokasi sekitar pukul 09.00 WITA dan mendapati arus pengunjung terus berdatangan.
“Ini suasana masih pagi ya, teman-teman. Sekitar jam 09.00 pagi saya coba mengakses ke area glamping,” ujar Dian dalam videonya, dikutip Senin (23/3/2026).
BACA JUGA: Pemudik Wajib Tahu! Ini Skenario Contraflow Arus Balik Lebaran 2026 yang Sudah Disiapkan
Rute Mudah
Dian juga membagikan panduan rute menuju lokasi agar pengunjung tidak kebingungan. Perjalanan dimulai dari kawasan Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur, tepatnya di sekitar gedung Kementerian PUPR.
“Pokoknya dari sini lurus aja dari simpang empat istana, ini lurus aja terus,” jelasnya.
Setelah itu, pengunjung cukup mengikuti jalur utama hingga menemukan simpang tiga. Di titik tersebut tersedia petunjuk arah yang memudahkan perjalanan.
“Kalau ke kanan itu ke area hunian, tapi kalau ke kiri ini menuju ke glamping atau ke arah jembatan kaca,” katanya.
Dian mengingatkan agar pengunjung tetap berada di jalur yang benar.
“Ikutin aja jalur ini, jangan keluar dari jalur ini, nanti pasti sampai,” tambahnya.
Perjalanan menuju lokasi juga tidak memakan waktu lama.
“Dari bawah sampai ke sini itu enggak sampai 10 menit, dekat kan,” ujarnya.
Sepanjang perjalanan menuju area glamping, pengunjung akan disuguhkan pemandangan alam yang masih hijau dan rindang. Dian menggambarkan suasana di lokasi terasa sejuk dan nyaman.
“Cuacanya di sini tuh kayak angin semilir dingin gitu, karena kanan kirinya masih rimbun pohon,” tuturnya.
Setibanya di area glamping, pengunjung dapat langsung menuju jembatan kaca yang menjadi daya tarik utama.
Gratis dan Diatur Bergantian
Menariknya, untuk sementara waktu, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk.
“Pengunjung gratis untuk menikmati ini, gratis,” kata Dian saat berbincang dengan petugas di lokasi.
Meski gratis, akses ke jembatan kaca tetap diatur secara bergantian demi keamanan.
“Masuknya gantian ya, teman-teman, diatur untuk berfotonya,” jelasnya.
Adapun jam operasional kawasan glamping dibuka hingga pukul 17.00 sore.











