Sumber Peningkatan
Berdasarkan data Kementerian ESDM, tambahan kapasitas ini berasal dari lima jenis pembangkit EBT yang beroperasi pada paruh pertama 2025. Rinciannya:
-
Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP): 105,2 MW dari PLTP Lumut Balai, PLTP Ijen, dan PLTP Salak.
-
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA): 492 MW dari PLTA Merangin di Jambi.
-
Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM): 8,2 MW dari PLTM Merangin Jambi dan PLTM Kanzy Bengkulu.
-
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): 233,3 MW yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
-
Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm): 37,8 MW di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.
BACA JUGA: Kepala Daerah Siap ‘Lawan’ Rencana Pemangkasan Dana dari Pusat
Meski tren pertumbuhan kapasitas EBT terlihat positif, pemerintah menilai target bauran EBT 2025 masih sulit tercapai. Karena itu, Kementerian ESDM akan terus mendorong percepatan proyek melalui strategi seperti co-firing pada pembangkit eksisting, serta percepatan COD proyek EBT di berbagai daerah.






