“Bagaimana nanti mereka bisa mempraktikkan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual jika mindset-nya seperti ini?” ujar Sahroni.
Menurutnya, langkah tegas dari pihak kampus sudah tepat sebagai bentuk penegakan disiplin.
“Sanksi seperti ini penting agar ada efek jera dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” tegasnya.
Sahroni juga mengingatkan bahwa pendidikan hukum tidak cukup hanya berfokus pada teori.
“Kalau tidak dibarengi pembentukan karakter, ini berbahaya bagi masa depan penegakan hukum kita,” katanya.
Kasus ini pun memicu diskusi lebih luas tentang integritas di dunia pendidikan tinggi. Publik menilai, peristiwa tersebut menjadi tamparan keras bagi institusi akademik, khususnya dalam membentuk karakter mahasiswa sebagai calon penegak hukum.\
BACA JUGA: Prabowo–Putin Perkuat Aliansi, Keanggotaan BRICS Buka Peluang Lonjakan Perdagangan
Di tengah perhatian publik, UI dihadapkan pada tuntutan untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Ketegasan dalam menangani kasus dinilai menjadi kunci agar lingkungan kampus tetap menjadi ruang yang aman, beretika, dan menjunjung tinggi nilai keadilan.







