Konflik AS-Iran Memanas, Harga Emas Diprediksi Tembus Rp3,4 Juta per Gram

Menurutnya, lonjakan harga emas tidak hanya dipicu konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi juga diperkuat oleh berbagai faktor global lainnya. Mulai dari tensi geopolitik, perang dagang, kebijakan bank sentral AS, hingga dinamika supply and demand di pasar komoditas.

Ibrahim menjelaskan, kebuntuan perundingan di Jenewa menjadi titik balik meningkatnya ketegangan. Delegasi kedua negara disebut gagal mencapai kesepakatan, terutama karena pembahasan tidak hanya menyangkut reaktor nuklir, tetapi juga sistem misil Iran. Isu tersebut dinilai berada di luar ekspektasi Teheran dan memicu kekecewaan di pihak Washington.

Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi konflik terbuka yang melibatkan Israel. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar cenderung mengalihkan dana ke emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko perang dan gejolak ekonomi global.

BACA JUGA: Mengenal Selat Hormuz, Jalur Nadi Energi Dunia yang Ditutup Usai Kematian Khamenei

Apabila eskalasi terus berlanjut dan belum ada titik temu diplomatik, bukan tidak mungkin harga emas domestik benar-benar menembus level psikologis Rp3,4 juta per gram dalam waktu dekat. Bagi investor, kondisi ini menjadi momentum sekaligus ujian dalam mengelola strategi lindung nilai di tengah ketidakpastian global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *