RUANGBICARA.co.id – Maraknya penipuan berkedok undian begitu sangat meresahkan masyarakat akhir-akhir ini. Tak main-main, modus yang digunakan pelaku pun kerap mengatasnamakan program resmi Rejeki wondr milik Bank Negara Indonesia (BNI). Oleh karena itu, masyarakat diminta waspada terhadap berbagai bentuk komunikasi mencurigakan yang mengklaim sebagai pengumuman pemenang undian.
Sebagai informasi, Rejeki wondr BNI merupakan program undian resmi yang diperuntukkan bagi nasabah Tabungan BNI dalam periode 1 April 2025 hingga 31 Januari 2026. Pengundian dilakukan secara terbuka dan diumumkan melalui kanal resmi BNI, bukan melalui pesan pribadi yang meminta biaya tertentu.
BACA JUGA: Daftar ATM Mandiri dan BNI Pecahan Rp10-20 Ribu di Jakarta, Solusi Praktis Uang THR Lebaran 2026
Sejumlah korban melaporkan menerima telepon, pesan WhatsApp, hingga direct message media sosial yang menyatakan mereka memenangkan hadiah mobil atau uang tunai dari program Rejeki wondr BNI. Pelaku kemudian meminta korban mentransfer sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi, pajak, atau pengiriman hadiah.
Padahal, dalam ketentuan resmi program:
-
Pajak hadiah ditanggung oleh BNI
-
BNI tidak pernah meminta biaya klaim kepada pemenang
-
Pengumuman pemenang disampaikan melalui media resmi BNI
-
Klaim hadiah dilakukan melalui BNI Call 1500046, bukan nomor pribadi
Ciri-Ciri Undian Fiktif
Agar tidak menjadi korban, berikut beberapa ciri penipuan yang perlu diwaspadai:
1. Menghubungi Lewat Nomor Pribadi
Pelaku biasanya menggunakan nomor ponsel biasa, bukan kontak resmi BNI. Bahkan, mereka sering memakai foto profil logo BNI untuk meyakinkan korban.
2. Meminta Transfer Uang
Korban diminta membayar “biaya administrasi”, “pajak hadiah”, atau “biaya pengiriman”. Ini jelas modus penipuan karena pajak undian resmi ditanggung oleh BNI.
3. Mengirim Link atau Dokumen Palsu
Penipu sering menyertakan tautan mencurigakan atau surat kemenangan palsu dengan logo BNI. Pastikan hanya mengakses informasi melalui website dan media sosial resmi BNI.
4. Mendesak Korban Segera Transfer
Pelaku menciptakan rasa panik dan mendesak korban agar segera mentransfer uang agar hadiah tidak hangus.
5. Tidak Bisa Diverifikasi di Kanal Resmi
Nama pemenang undian resmi dapat dicek melalui pengumuman resmi BNI. Jika tidak tercantum, besar kemungkinan itu penipuan.










