Langkah BPOM Diapresiasi Menteri PPPA

RUANGBICARA.co.id, Jakarta — Komitmen Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam memperkuat peran perempuan sekaligus melindungi kelompok rentan mendapat apresiasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi.

Apresiasi tersebut disampaikan Arifah saat menjadi pembicara dalam Talk Show HUT ke-25 BPOM bertajuk Inspirational Woman Talk: Empowered Woman and Powerful Change yang digelar di Gedung Bhineka Tunggal Ika Kantor BPOM, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

BACA JUGA: BPOM Ungkap 8 Obat Palsu yang Beredar, Ini Daftarnya

“Kami mengapresiasi langkah BPOM yang mengedepankan pendekatan berbasis komunitas dan edukasi publik. Perempuan bukan sekadar penerima manfaat kebijakan, tetapi aktor utama perubahan menuju Indonesia yang sehat, aman, adil, dan berkeadilan gender demi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar Arifah.

Ia menegaskan pentingnya pengawasan obat dan makanan yang responsif gender guna melindungi perempuan dan anak sebagai kelompok strategis dalam pembangunan nasional.

“Pengawasan obat dan makanan adalah bagian dari pemenuhan hak dasar manusia, terutama hak atas kesehatan, rasa aman, dan kualitas hidup yang layak,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, perempuan mencakup 49,8 persen dan anak-anak sekitar 24 persen dari total penduduk Indonesia. Menteri PPPA menilai, capaian Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas perempuan dan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya.

Oleh karena itu, Arifah menekankan bahwa perempuan memegang peran sentral dalam membentuk generasi unggul, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan publik harus dirancang dengan perspektif gender.

“Kebijakan yang terlihat netral belum tentu responsif gender. Kebutuhan dan kondisi perempuan dan laki-laki berbeda, termasuk dalam aspek kesehatan. Dalam pengawasan obat dan makanan, masih banyak perempuan—khususnya ibu—yang kesulitan mengakses informasi terkait keamanan produk,” jelasnya.

Penguatan pengawasan makanan jajanan anak sekolah turut menjadi sorotan Menteri PPPA tersebut. Maka dari itu, Arifah mengusulkan kolaborasi antara BPOM, Kemen PPPA, dan kementerian terkait untuk memastikan pangan di lingkungan sekolah aman dan sehat, sekaligus mencegah kasus keracunan pada anak.

Sementara itu, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa perempuan merupakan kekuatan utama dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, ketangguhan perempuan tidak hanya terlihat dalam peran sosial, tetapi juga secara biologis melalui proses kehamilan dan melahirkan yang mencerminkan daya luar biasa yang tidak dimiliki laki-laki.

“Perempuan adalah makhluk terkuat. Pengalaman melahirkan menjadi bukti nyata ketangguhan tersebut,” ujar Taruna.

Ia mengungkapkan, mayoritas sumber daya manusia di BPOM adalah perempuan, dengan proporsi mencapai sekitar 70 persen. Tak hanya itu, perempuan juga mendominasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang obat dan makanan, mulai dari kosmetik, obat tradisional, hingga industri rumah tangga pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *