Rekam jejak
Selanjutnya, langkah politik Irna ini melengkapi rekam jejak panjangnya di berbagai partai. Ia pernah bernaung di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mengikuti jejak sang suami. Kemudian pada 2011, Partai Demokrat mengusungnya sebagai calon wakil gubernur mendampingi Wahidin Halim, meski kalah dari pasangan petahana Ratu Atut dan Rano Karno.
Tidak berhenti di situ, Irna juga bergabung dengan PDIP sejak 2020. Namun pada 2025, ia memilih PAN sebagai rumah politik barunya. Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai strategi menghadapi kontestasi politik mendatang.
Irna lahir di Jakarta, 23 Juli 1970. Ia mengawali kiprahnya sebagai Ketua TP-PKK Pandeglang sejak 2001, dan menjabat sebagai Bupati Pandeglang dua periode sejak 2016 hingga 2025. Ia juga pernah menjadi anggota DPR RI dari PPP periode 2014–2016 bersama suaminya Dimyati Natakusumah, sebelum dicalonkan dan jadi Bupati Pandeglang hingga dua periode.
Selain di politik, Irna juga aktif di organisasi sosial seperti PMI, Fatayat NU, dan Yayasan Kanker Pandeglang. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari STIE Supra dan Magister Manajemen dari Universitas Indonusa Esa Unggul.
Lebih jauh, Irna merupakan bagian dari dinasti politik keluarga Dimyati Natakusumah. Suaminya adalah Wakil Gubernur Banten dan mantan anggota DPR. Anak mereka, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, kini juga duduk sebagai anggota DPR RI.
BACA JUGA:Â Begini Kata Gubernur Banten Usai Uji Coba TransJabodetabek Baru
Dengan bergabungnya Irna ke PAN dan langsung dipercaya sebagai ketua provinsi, banyak pihak menilai ini sebagai tambahan kekuatan anyar PAN untuk bertengger menjadi partai pemenang di pemilu dan pilkada mendatang, terkhusus di Banten. Langkah ini sekaligus menambah warna dalam peta politik Banten yang semakin dinamis.






