Sistem Informasi Mudik Terpadu
MTI juga mendorong pembentukan Sistem Informasi Terpadu Angkutan Lebaran Nasional berbasis aplikasi atau web yang dapat memberikan informasi secara real time kepada masyarakat.
Sistem ini diharapkan menyediakan berbagai informasi penting, seperti:
-
Rute, jadwal, dan kapasitas angkutan umum
-
Kepadatan jalan tol dan jalan nasional
-
Antrean di pelabuhan penyeberangan
-
Kuota mudik gratis dan angkutan motor gratis
-
Prediksi cuaca serta titik rawan bencana
Dengan adanya sistem informasi terpadu, pemerintah dapat memantau situasi lapangan secara cepat sekaligus melakukan tindakan korektif apabila terjadi gangguan pada arus mudik.
Mudik sebagai Momentum Ekonomi
MTI menilai fenomena mudik tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap perekonomian nasional.
Oleh karena itu, pemerintah perlu memanfaatkan momentum mudik sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi dengan memetakan pola perjalanan masyarakat, tujuan mudik, serta perubahan perilaku perjalanan.
Data tersebut dinilai penting untuk merumuskan kebijakan transportasi yang lebih tepat sasaran sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi di daerah tujuan mudik, seperti kuliner, perhotelan, perdagangan lokal, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pemerintah tidak seharusnya hanya melihat mudik sebagai peristiwa tahunan yang harus dilayani, tetapi sebagai fenomena nasional yang perlu dikelola secara strategis untuk mendukung pembangunan transportasi dan perekonomian,” kata Haris.
BACA JUGA: NTB Perkuat Integrasi Pembangunan Rendah Karbon dalam RPJMD, Dorong Kolaborasi Multipihak
Dengan prediksi ratusan juta pemudik pada Lebaran 2026, MTI menilai koordinasi lintas sektor dan kebijakan transportasi yang terintegrasi menjadi kunci utama untuk memastikan perjalanan mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat.












