RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Dunia musik Tanah Air kembali diselimuti duka mendalam. Lucky Widja, vokalis band Element yang dikenal sebagai salah satu suara paling ikonik di era kejayaan musik Indonesia, dikabarkan telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta pada Minggu (25/1/2026).
Kabar kepergian Lucky Widja menjadi pukulan telak bagi para penggemar yang tumbuh bersama lagu-lagu cinta Element. Duka mendalam juga dirasakan oleh rekan duetnya di atas panggung, Ferdy Tahier, yang selama bertahun-tahun membangun harmoni bersama almarhum.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ferdy Tahier membagikan potret kebersamaannya dengan Lucky Widja. Dalam caption bernuansa emosional, Ferdy mengungkap perjuangan panjang Lucky melawan penyakit yang selama ini jauh dari sorotan publik.
BACA JUGA: Alarm Keras! Belajar dari Kasus Lula Lahfah, Ini Alasan GERD Bukan Maag Biasa!
“Selamat jalan sahabat gue, adik gue, partner gue di panggung, lo udah tenang gak sakit lagi. Gak perlu cuci darah lagi, gak perlu oksigen lagi, lu happy sekarang. Jadi muda lagi, tenang di sana ya ki. Gue sendirian di panggung nyanyinya sekarang, semoga gue bisa ya nyanyi sendiri. Semoga khusnul khatimah ya ki, sampai ketemu lagi brader,” tulis Ferdy dengan penuh haru.
Unggahan tersebut seolah membuka tabir bahwa Lucky Widja selama ini tengah berjuang melawan kondisi kesehatan yang serius. Penyebutan “cuci darah” dan “oksigen” mengisyaratkan adanya komplikasi medis yang mengharuskan Lucky menjalani perawatan rutin. Meski demikian, semangat Lucky untuk terus berkarya dan berdiri di atas panggung tak pernah padam hingga akhir hayatnya.
Lucky Widja bukan sekadar vokalis, ia adalah identitas Element. Bergabung sejak awal berdirinya band tersebut pada akhir 1990-an, suara lembut Lucky menjadi kontras yang sempurna dengan karakter vokal berat Ferdy Tahier.
Di era keemasannya bersama Lucky Widja, Element melahirkan album-album legendaris seperti Kupersembahkan Nirwana (1999) dan Paradoks (2002). Lagu-lagu seperti “Rahasia Hati”, “Cinta Sejati”, hingga “Pergilah Adinda” menjelma menjadi anthem patah hati nasional dan terus dikenang lintas generasi.
Sempat hengkang dari Element pada tahun 2006 untuk menekuni karier solo dan dunia bisnis, kerinduan Lucky Widja terhadap “rumah”-nya tak terbendung. Pada 2017, ia kembali bergabung dalam proyek reuni yang membuat Element kembali solid hingga saat ini. Kehadiran Lucky kembali seolah melengkapi kepingan puzzle yang sempat hilang dari band tersebut.
Kepergian Lucky Widja meninggalkan lubang besar dalam formasi Element. Bagi Ferdy Tahier, kehilangan ini bukan hanya soal rekan kerja, melainkan juga kehilangan bagian dari jiwanya di atas panggung. Publik kini mengenang Lucky sebagai sosok rendah hati, pejuang tangguh, dan pemilik suara yang akan selalu abadi di telinga para penikmat musik Indonesia.







