Mantan Atasan Beberkan Sisi Asli Presiden Prabowo di Medan Tempur

“Saya Ingin Berprestasi Sendiri”

Salah satu momen yang paling mengejutkan adalah saat Prabowo kembali bertugas ke daerah operasi setelah menikah dengan putri Presiden saat itu.

Yunus mengaku sempat mempertanyakan keputusan tersebut. Ia menyarankan agar Prabowo tidak perlu lagi mempertaruhkan nyawa di medan tempur.

Namun jawaban Prabowo singkat dan tegas: “Bang, saya ingin berprestasi sendiri.”

Bagi Yunus, jawaban itu membantah anggapan bahwa karier Prabowo ditopang status keluarga. Ia menilai, justru sebelum menjadi menantu Presiden, Prabowo telah menunjukkan kualitas dan prestasi lapangan.

Bahkan, ia mengakui Prabowo memiliki keberanian dalam mengambil keputusan cepat di medan operasi, namun tetap memiliki empati dan kepedulian terhadap anak buah maupun rakyat. “Betul. Itu betul. Nanti pada waktunya akan keluar aslinya,” ujar Yunus.

Ia juga menegaskan bahwa di medan operasi, tidak ada ruang untuk pencitraan. Keputusan harus diambil cepat, dalam tekanan, dan tanpa tempat untuk meminta bantuan. “Komandan lapangan tidak ada tempat melapor minta petunjuk. Dia selesaikan sendiri,” katanya.

Tak Pernah Bercerita Diri Sendiri

Sementara hal menarik lainnya, menurut Said Didu, Prabowo hampir tidak pernah menceritakan kisah pribadinya di medan operasi. Bahkan keluarga dekatnya pun disebut tidak banyak mengetahui detail tersebut. “Dia lebih suka menceritakan orang lain,” ungkap Said.

Yunus juga membenarkan hal itu. Selama menjadi atasan, ia tidak pernah mendengar Prabowo membanggakan diri atau membesar-besarkan peran pribadi.

Walhasil, kesaksian Yunus Yosfiah ini turut memberikan perspektif berbeda tentang karakter Presiden Prabowo di masa lalu, khususnya dalam konteks militer. Baginya, karakter seorang pemimpin terlihat jelas saat menghadapi tekanan nyata, bukan dalam situasi nyaman.

“Kelakuan asli seorang pemimpin itu kelihatan di daerah operasi. Apakah dia penakut, suka bohong, atau tidak. Itu terlihat,” tukasnya.

BACA JUGA: Jejak Kontroversial Wapres ke-6 RI Try Sutrisno, dari Tanjung Priok hingga Istana Negara

Dengan demikian, perbincangan tentang kepemimpinan Prabowo tidak lagi hanya berkutat pada dinamika politik, tetapi juga pada rekam jejak lapangan yang selama ini jarang terungkap ke publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *