-
Komandan Skadron Udara 3
-
Danlanud Manuhua
-
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau)
-
Kepala Pusat Operasi dan Dirgantara (Kapuspotdirga)
-
Asisten Operasi Dirgantara Kaskoopsudnas (Aspotdirga)
-
Kepala Staf Ahli Kodiklatau (Kapoksahli)
Tidak hanya itu, Marsma Fajar juga dikenal karena keberaniannya saat terlibat dalam insiden udara dengan F/A‑18 Hornet milik Angkatan Laut Amerika Serikat di langit Bawean pada tahun 2003. Aksinya ini menunjukkan dedikasi dan profesionalismenya dalam menghadapi situasi kompleks di udara.
Jadi Teladan
Selanjutnya, rekan-rekannya mengenang Marsma Fajar sebagai pribadi disiplin, berdedikasi, dan penuh keteladanan. Ia menjadi contoh nyata nilai-nilai integritas dan semangat cinta tanah air.
Dalam pernyataan resmi TNI AU, disebutkan bahwa semangat pengabdian almarhum akan terus menjadi pijakan profesionalisme dan patriotisme generasi penerus TNI AU.
Jenazah Marsma Fajar tiba di rumah duka di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu sore (3/8/2025). Suasana penuh haru menyelimuti prosesi penyambutan. Pihak keluarga dan jajaran TNI AU memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan dengan upacara militer.
BACA JUGA:Â 5 Langkah Mudah Cairkan Insentif Guru Non-ASN Lewat Info GTK, Jangan Sampai Salah!
Akhirnya, kepergian Marsma Fajar bukan sekadar kehilangan satu sosok pilot tangguh. Lebih dari itu, bangsa ini kehilangan panutan yang menjalankan amanah dengan penuh dedikasi. Semangat juangnya diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi penerbang muda dalam menjaga kedaulatan langit Indonesia.






