Penurunan Signifikan
Jika dilihat lebih dalam, rata-rata dribel sukses Salah per 90 menit turun dari 3,5 menjadi 1,6, dengan tingkat keberhasilan merosot dari 39% menjadi 20%. Selain itu, rata-rata tembakan per 90 menit juga menurun dari 3,4 menjadi 2,0.
Tak hanya itu, nilai expected goals (xG) per 90 menit ikut anjlok dari 0,63 menjadi 0,32, sementara jumlah sentuhan di kotak penalti lawan berkurang dari 9,6 menjadi 5,5 per 90 menit. Angka-angka ini memperlihatkan bahwa Salah belum kembali ke performa terbaiknya.
Menanggapi hal tersebut, pelatih Liverpool Arne Slot memberikan pandangan dalam konferensi pers pra-pertandingan pada 24 Oktober 2025. Ia menegaskan bahwa dirinya terus berupaya membangkitkan kembali kepercayaan diri sang pemain berusia 33 tahun itu.
“Yang terpenting adalah Salah tetap mencetak gol untuk klub ini. Saya tidak terlalu khawatir soal ketajamannya, karena mencetak gol adalah bagian dari dirinya,” ujar Slot.
Lebih lanjut, ia menambahkan, “Saya berusaha membantu Salah untuk kembali tajam seperti sebelumnya, dan saya yakin dalam beberapa minggu dan bulan ke depan, ia akan kembali menunjukkan kualitas terbaiknya untuk Liverpool.”
Meski begitu, penurunan performa Salah bukan berarti ia bermain buruk. Menurut analisis taktik, Arne Slot kini menempatkan Salah lebih sering bermain di area sayap tengah, berbeda dengan musim lalu saat ia kerap berada di kotak penalti lawan.
Perubahan posisi ini membuat efektivitasnya sebagai mesin gol Liverpool menurun. Namun demikian, bukan tidak mungkin peran baru ini akan berkembang dan membantu Salah menemukan kembali ketajamannya seperti musim lalu.
BACA JUGA: Maguire Berkelakar Usai Permalukan Liverpool di Anfield
Secara keseluruhan, penurunan performa Mohamed Salah musim ini menjadi perhatian besar bagi Liverpool. Meski begitu, dengan dukungan penuh dari Arne Slot dan penyesuaian taktik yang tepat, bukan tidak mungkin sang bintang Mesir akan segera kembali bersinar dan kembali menjadi mesin gol utama The Reds.












