Tol Fungsional Gratis
Pemerintah juga menyiapkan kebijakan pengoperasian ruas tol baru secara fungsional tanpa tarif selama periode mudik Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.
Salah satu ruas yang akan difungsikan adalah Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 sepanjang 53,6 kilometer. Ruas ini diharapkan dapat menjadi jalur alternatif yang efektif bagi pemudik yang ingin menghindari kemacetan di pusat Kota Palembang menuju arah utara.
Di wilayah Aceh, ruas Sigli–Banda Aceh Seksi 1 sepanjang 23,955 kilometer juga telah difungsikan sejak Desember 2025 untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi logistik di kawasan tersebut.
Untuk memastikan kelancaran arus mudik, Hutama Karya juga menyiapkan ekosistem pelayanan yang komprehensif di sepanjang jalan tol.
Sebanyak 3.273 petugas serta 467 armada siaga akan ditempatkan di berbagai titik strategis. Selain itu, pengawasan lalu lintas juga didukung oleh 1.547 unit CCTV dan 107 panel Variable Message Sign (VMS) yang memberikan informasi kondisi jalan secara real time kepada pengguna.
Fasilitas pendukung lainnya juga telah disiapkan, termasuk 61 gerbang tol, 37 lokasi top-up saldo, serta 31 rest area yang mampu menampung hampir 5.966 kendaraan sekaligus.
Rest area tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti 23 titik pengisian bahan bakar, 19 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), 25 klinik kesehatan, 2.967 unit toilet, hingga ruang laktasi bagi ibu menyusui.

Solusi Arus Mudik Sumatera
Djoko menilai keberadaan jaringan tol ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pemudik, tetapi juga membantu mendistribusikan arus lalu lintas di Pulau Sumatera.
Dengan sebagian kendaraan beralih ke jalan tol, volume kendaraan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) menjadi lebih terkendali. Hal ini memberikan dampak positif bagi kendaraan logistik maupun masyarakat lokal yang tetap menggunakan jalur arteri.
Selain meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan, kondisi jalan tol yang lebih stabil juga membantu menghemat konsumsi bahan bakar serta mengurangi potensi kerusakan kendaraan.
“JTTS bukan hanya sekadar infrastruktur transportasi, tetapi menjadi solusi nyata yang membuat perjalanan mudik lebih aman, efisien, dan nyaman bagi masyarakat,” pungkas Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat itu.
BACA JUGA: Dinilai Tak Efektif, Program Mudik Motor Gratis Kemenhub Diminta Dihentikan
Dengan kesiapan infrastruktur dan pelayanan yang semakin matang, Jalan Tol Trans Sumatera diprediksi akan menjadi game changer dalam perjalanan mudik Lebaran 2026 di Pulau Sumatera.












