Pemerintah Klaim Harga Pangan Ramadan Tetap Stabil, Cabai hingga Bawang Mulai Turun

RUANGBICARA.co.id – Pemerintah mengklaim kondisi harga pangan selama Ramadan 2026 relatif terkendali dan tidak mengalami lonjakan signifikan. Sejumlah komoditas pokok bahkan mulai menunjukkan tren penurunan menjelang pertengahan bulan puasa, sehingga masyarakat dinilai masih dapat memenuhi kebutuhan pangan tanpa tekanan harga yang berlebihan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemantauan pemerintah menunjukkan harga pangan secara umum berada dalam kondisi stabil. Meski ada kenaikan pada komoditas tertentu seperti daging ayam ras, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu keseimbangan pasar.

BACA JUGA: Gemuruh Bass yang Kini Sunyi, Mengenang Perjuangan Donny Fattah (God Bless)

“Aku sudah cek tadi, masih relatif stabil. Ada naik daging ayam ras. Itu yang agak menguat sedikit, sesuai rapat inflasi. Relatif aman,” ujar Amran dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, kenaikan tipis pada sejumlah komoditas justru dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak dan produsen pangan. Ia menilai stabilitas harga tidak selalu berarti harus turun, tetapi tetap memberikan ruang keuntungan bagi pelaku usaha di sektor pangan.

“Sudahlah kalau naik 0,6 persen, sayangilah juga peternak kita sedikit supaya dia dapat baju Lebaran. Cabai rawit turun, cabai merah turun, bawang merah juga turun, bawang putih juga turun,” tambahnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Indeks Perkembangan Harga hingga pekan keempat Februari menunjukkan harga daging ayam ras secara nasional berada di rata-rata Rp41.013 per kilogram. Angka ini sedikit di atas Harga Acuan Penjualan tingkat konsumen sebesar Rp40.000 per kilogram.

Namun, tren penurunan harga juga tercatat di banyak daerah. BPS mencatat terdapat 84 kabupaten/kota yang mengalami penurunan indeks harga untuk komoditas daging ayam ras. Penurunan juga terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai rawit di 79 kabupaten/kota, cabai merah di 128 kabupaten/kota, bawang putih di 147 kabupaten/kota, serta bawang merah di 227 kabupaten/kota.

Kondisi tersebut juga terlihat di tingkat pasar tradisional. Berdasarkan pemantauan Bapanas di Pasar Johar Karawang pada 6 Maret 2026, beberapa komoditas sayuran mulai mengalami penurunan harga dalam beberapa hari terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *