Dalam politik, definisi teori keseluruhan adalah sebagai ‘cara’ menghasilkan kebaikan melalui berbagai instrumen kelembagaan atau ilmu pengetahuan, dengan tujuan utama ‘kemaslahatan umat’. Kebaikan yang dilakukan oleh politisi memiliki potensi pahala yang melimpah atas perjuangan mereka demi kemaslahatan umat.
Kesimpulan
Maka bagi penulis, peradaban politik menunjukkan pola yang serupa sepanjang sejarah, mulai dari era Fira’un, Khilafatul Rasyidin, Kesultanan Utsmaniyah, hingga Revolusi Industri. Semua zaman memiliki kemiripan dalam skenario peradaban politik, baik di dunia maupun di Indonesia, dengan adanya oposisi dan koalisi, tokoh pembenci, dan tokoh kesatria.
Budaya lokal di Indonesia seperti wayang memberikan analogi tentang tokoh-tokoh politik, dengan karakter seperti Dewasrani, Arjunasasrabahu, dan Nilasrani yang memberikan gambaran tentang perjuangan dan konflik dalam politik.
BACA JUGA: Pemilu 2024: Cara Menghitung Kursi Menggunakan Sainte Lague
Sebagai penutup, pilihan menjadi tokoh yang diinginkan dalam kehidupan politik tergantung pada individu masing-masing. Namun, penting untuk mempertimbangkan etika dan nilai-nilai yang baik dalam setiap langkah yang diambil.












