RUANGBICARA.co.id, Luwu – Momentum Hari Buruh Internasional dimaknai berbeda oleh PT Petrosea Tbk melalui Awak Mas Project. Tidak sekadar perayaan seremonial, perusahaan ini mengisi May Day dengan dialog pekerja hingga aksi nyata pelestarian lingkungan di Kabupaten Luwu.
Mengusung tema “Dignity in Labor, Strength in Unity”, rangkaian kegiatan yang digelar meliputi seminar ketenagakerjaan, aksi bersih Pantai Tadette, serta penanaman mangrove di kawasan Belopa. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perusahaan mitra, hingga para pekerja dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin, menyebut kegiatan ini sebagai langkah progresif dalam membangun hubungan industrial yang sehat.
BACA JUGA: Aksi Sosial Petrosea Awak Mas Project di Bulan Ramadan, Puluhan Anak Yatim di Luwu Disantuni
“Petrosea – Awak Mas Project menjadi perusahaan pertama yang merayakan May Day melalui LKS Bipartit di Kabupaten Luwu, dan diharapkan ke depan bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Ruang Bicara, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini diinisiasi melalui forum Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit yang selama ini menjadi wadah komunikasi antara manajemen dan pekerja. Direktur Human Capital & Corporate Services PT Masmindo Dwi Area, Muhammad Suhada, menegaskan bahwa betapa pentingnya forum tersebut dalam menjaga hubungan industrial.

“LKS Bipartit merupakan wadah komunikasi dan konsultasi yang sangat penting terkait hubungan ketenagakerjaan di tingkat perusahaan. Ini menjadi ruang dialog untuk mencari solusi bersama atas berbagai permasalahan di lingkungan kerja,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi langkah Petrosea yang menjadikan forum tersebut sebagai sarana diskusi terbuka sekaligus membangun budaya musyawarah di lingkungan kerja.
Sementara itu, Human Capital Manager sekaligus perwakilan LKS Bipartit Petrosea – Awak Mas Project, Fendi Aditya, menekankan bahwa perayaan May Day kali ini juga mencerminkan kepedulian pekerja terhadap lingkungan.
“Agenda LKS Bipartit adalah kegiatan rutin untuk membahas isu hubungan industrial. Pasca agenda tersebut, kami bersama-sama bersih pantai dan menanam mangrove sebagai wujud pelestarian lingkungan di area sekitar perusahaan,” ungkapnya.












