Awal Mula Perseteruan
Sebelumnya, perseteruan bermula ketika Iman mengkritik sebuah konten video Ferry Irwandi yang membahas gaji guru honorer. Menurut Iman, narasi dalam video tersebut berpotensi menormalisasi kondisi tragis guru honorer dan menggunakan data yang tidak lagi relevan dengan situasi terkini.
Kritik tersebut kemudian menyebar luas di media sosial. Namun, potongan pernyataan yang beredar disalahartikan oleh sebagian warganet dan memicu gelombang serangan personal terhadap Ferry Irwandi. Situasi semakin memanas setelah Ferry mengungkap bahwa dirinya menerima teror yang sangat keji, bahkan menyasar anaknya yang masih kecil.
Melalui unggahan di media sosial pada Senin (26/1/2026), Ferry menyebut adanya pesan ancaman yang mengaitkan kritik Iman dengan ancaman kekerasan seksual terhadap anaknya.
Sebelum tercapai perdamaian, Iman secara terbuka mengkritik analisis Ferry yang dinilainya terlalu menitikberatkan pada keterlambatan pencairan Dana BOS. Menurut Iman, persoalan utama justru terletak pada regulasi yang membatasi hak penghasilan guru honorer.
“Kalau Anda guru honorer lulus sertifikasi, Anda tidak boleh mendapatkan gaji dari dana BOS ditambah sertifikasi. Pilih salah satu. Padahal, jika digabungkan sekalipun belum tentu mencapai UMP,” ujar Iman.
Ia merujuk pada Pasal 39 ayat 2 huruf d Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025 yang dinilainya mematikan kesejahteraan guru. Iman juga meluruskan informasi viral terkait guru bergaji Rp139 ribu, yang menurutnya merupakan ASN PPPK Paruh Waktu, bukan guru honorer murni sebagaimana diasumsikan sebagian publik.
Perdamaian dan Rencana Kolaborasi
Menyadari bahwa perdebatan telah melenceng menjadi adu domba, Ferry Irwandi dan Iman Zanatul Haeri akhirnya berkomunikasi langsung. Keduanya sepakat saling meminta maaf dan kembali fokus pada tujuan bersama, yakni memperjuangkan kesejahteraan guru.
Ferry menegaskan bahwa tuduhan dirinya menyalahkan guru honorer merupakan kesalahpahaman. Ia juga menyampaikan bahwa seluruh unggahan terkait polemik tersebut telah ditarik untuk mencegah konflik lanjutan. Keduanya berencana berdiskusi secara terbuka melalui podcast pada 28 Januari 2026.
BACA JUGA: Dituding Pemarah, Suka Main Tampar hingga Pecat, Menteri Satryo Didemo Pegawainya
“Teman-teman saya sudah bicara dengan mas @imanzanatul91, intinya banyak kesalahpahaman yang terjadi. Beliau sudah meminta maaf dan saya juga sudah meminta maaf ke beliau. Intinya fokus kami sama yaitu kesejahteraan guru dan berkomitmen untuk saling mendukung. Kita akan podcast tanggal 28 Januari 2026 untuk membicarakan isu ini. Semua postingan sebelumnya sudah di-takedown agar tidak lagi dijadikan bahan untuk mengadu domba. Sampai jumpa di diskusi mas @imanzanatul91. Hidup guru-guru Indonesia!” tulis Ferry diunggahan instagram terbarunya.












