RUANGBICARA.co.id, Jakarta – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) resmi menunjuk Syahmudrian Lubis sebagai Direktur Utama (Dirut) menggantikan Winarto yang mengundurkan diri sehari sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan.
Penunjukan ini menandai babak baru kepemimpinan di kawasan wisata Ancol, dengan harapan percepatan transformasi bisnis dan peningkatan kinerja perusahaan.
Sebelum dipercaya sebagai Direktur Utama, Syahmudrian telah menjabat sebagai Direktur Komersial Ancol berdasarkan hasil RUPSLB sejak 19 September 2025.
BACA JUGA: Bukan Cuma Tiket! Ini Strategi Baru Ancol Genjot Pendapatan dari Setiap Pengunjung
“Kebetulan saya sebelum di-assign menjadi direktur utama pembangunan jaya Ancol ini saya juga sudah meng-handle direktur komersial,” ujar Syahmudrian kepada awak media di Gedung Putri Duyung Ancol, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Ia juga menyadari tantangan besar yang harus segera diselesaikan.
“Dengan menerima amanat ini, sekaligus saya juga harus sadar, banyak PR-PR yang harus dilakukan, harapan-harapan oleh Pak Gubernur dan juga komisaris untuk segera memberikan speed terhadap Ancol,” tambahnya.
Dengan penunjukan ini, Syahmudrian menjadi sosok baru di pucuk kepemimpinan Ancol. Lantas, seperti apa profil dan rekam jejaknya?
Profil & Rekam Jejak
Berdasarkan profil LinkedIn pribadinya, Syahmudrian Lubis merupakan profesional berpengalaman yang telah berkarier sejak 2005 di berbagai perusahaan nasional dan multinasional.
Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis seperti Chief Executive Officer (CEO), Country Director, hingga President Director, dengan fokus pada transformasi bisnis dan efisiensi operasional.
Salah satu jabatan pentingnya saat ini adalah sebagai CEO di PT Aero Systems Indonesia, anak usaha dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Di perusahaan ini, ia memimpin transformasi digital melalui pengembangan solusi teknologi informasi terintegrasi untuk industri penerbangan.
Sepanjang kariernya, Syahmudrian telah menangani berbagai proyek besar lintas industri. Ia pernah menjadi bagian dari pengembangan sistem navigasi udara melalui kerja sama dengan perusahaan global seperti L3Harris Technologies, yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan keamanan ruang udara Indonesia.
Di masa pandemi COVID-19, ia juga memimpin platform digital PasporSehat.com yang berperan penting dalam validasi hasil tes COVID-19 bagi jutaan pelaku perjalanan.
Tak hanya itu, saat menjabat sebagai CEO Teleperformance Indonesia, ia mengelola layanan Business Process Outsourcing (BPO) untuk klien besar seperti Uber, Grab, Lazada, hingga Pfizer.
Sebelumnya, sebagai Country Director SITA Indonesia, ia terlibat dalam pengelolaan sistem komunikasi penerbangan, termasuk proyek strategis di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.









