Saham Global Melemah, Tapi Dua Saham Ini Direkomendasikan BUY Hari Ini

RUANGBICARA.co.id – Pergerakan pasar saham global menunjukkan tren melemah pada penutupan akhir pekan lalu. Tekanan terutama datang dari bursa Amerika Serikat yang ditutup di zona merah, dipicu oleh pelemahan sektor bahan baku, teknologi, dan industri.

Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun 0,36 persen, disusul S&P 500 yang melemah 0,43 persen. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi paling dalam dengan penurunan mencapai 0,94 persen.

Dari pasar komoditas, harga minyak dunia ikut tertekan dan turun hampir 3 persen. Pelemahan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa Iran tengah “serius berbicara” dengan Washington, yang memicu sentimen positif terhadap pasokan minyak global. Harga minyak mentah Brent turun 2,8 persen ke level USD 67,39 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melemah 2,9 persen menjadi USD 63,32 per barel.

BACA JUGA: Punya Budget Rp11–15 Juta? Ini Rekomendasi Laptop untuk Kerja 2026 yang Paling Layak Dibeli

Pasar Asia Variatif, IHSG Menguat

Di kawasan Asia, mayoritas bursa bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Indeks Hang Seng turun 2,08 persen, Shanghai Composite terkoreksi 0,96 persen, dan Nikkei 225 melemah tipis 0,10 persen.

Berbeda dengan pasar regional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mencatatkan penguatan signifikan. IHSG naik 1,18 persen dan ditutup di level 8.329,61, mencerminkan adanya respons positif pelaku pasar domestik di tengah tekanan global.

Secara teknikal, Mandiri Sekuritas menilai IHSG telah memasuki zona jenuh jual (oversold) ekstrem. Tekanan jual mulai melambat dan indeks telah menguji garis moving average 200 hari (MA200), bahkan sempat bergerak di luar lower Bollinger Band. Meski demikian, peluang rebound dinilai masih terbatas dalam jangka pendek.

Kinerja Emiten

Dari sisi fundamental emiten, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) membukukan laba bersih sebesar Rp5,05 triliun sepanjang 2025, tumbuh 3,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total aset meningkat menjadi Rp308,14 triliun dengan ekuitas mencapai Rp43,85 triliun.

Sementara itu, PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) mencatatkan volume penjualan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada 2025. Penjualan pupuk mencapai 513 ribu ton atau tumbuh 33 persen secara tahunan, sedangkan penjualan pestisida meningkat 27 persen menjadi 18 ribu ton. Manajemen menyebut pertumbuhan tersebut ditopang oleh kondisi iklim yang relatif kondusif serta optimalisasi pemanfaatan big data dalam strategi pemasaran.

Di sektor keuangan, PT Victoria Investama Tbk (VICO) menambah kepemilikan saham di PT Victoria Insurance Tbk (VINS) dengan membeli 66,74 juta saham di pasar reguler senilai sekitar Rp14,4 miliar. Dengan transaksi ini, porsi kepemilikan VICO di VINS meningkat menjadi 84,93 persen.

Adapun dari sektor kesehatan, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menyiapkan dana hingga Rp200 miliar untuk program pembelian kembali saham (buyback) yang akan berlangsung dari 30 Januari hingga 30 April 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek fundamental jangka panjang perseroan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *