Ancaman Privasi?
Namun di sisi lain, kekhawatiran soal privasi dan keamanan data juga mencuat. Banyak masyarakat mempertanyakan sejauh mana jaminan bahwa data biometrik mereka benar-benar aman dan tidak disalahgunakan. Pasalnya, retina mata merupakan informasi yang sangat sensitif, dan penyalahgunaannya bisa berakibat fatal.
Sebagian orang menganggap teknologi ini sebagai langkah terlalu jauh dalam memverifikasi identitas. Mereka cemas bahwa data mereka bisa dijual, diretas, atau digunakan untuk kepentingan lain tanpa izin.
Kehadiran Worldcoin menimbulkan dilema: apakah ini langkah maju dalam dunia kripto dan identitas digital, atau justru membuka celah baru terhadap pelanggaran privasi? Jawaban atas pertanyaan ini masih terbuka dan sangat bergantung pada regulasi, transparansi pengelola data, dan pemahaman masyarakat terhadap teknologi itu sendiri.
Worldcoin telah resmi hadir di Indonesia dengan tawaran menarik berupa token gratis bagi siapa pun yang bersedia memindai retinanya. Namun, di balik janji inovasi itu, publik harus tetap waspada dan kritis terhadap segala potensi risikonya.
BACA JUGA:Â Listrik Bali Sempat Lumpuh, Ternyata Ini Biang Keladinya!
Apakah Anda tertarik mencobanya atau justru skeptis terhadap proyek ini?









