RUANGBICARA.co.id – Dalam pencarian pelatih tetap untuk menggantikan Ruben Amorim sebagai kepala pelatih Manchester United usai pemecatannya beberapa hari lalu, sejumlah nama mulai mencuat. Salah satu nama yang paling menonjol untuk menggantikan peran pelatih asal Portugal tersebut adalah Ole Gunnar Solskjaer.
Dikutip dari sumber akun jurnalis sepak bola asal Jerman, Florian Plettenberg (@plettigoal), dalam unggahannya disebutkan bahwa Ole, yang pernah menjadi pemain sekaligus pelatih Manchester United, saat ini tengah berada dalam tahap negosiasi dengan pihak klub untuk kembali memegang kendali sebagai pelatih tim berjuluk Setan Merah.
BACA JUGA: Fakta di Balik Pemecatan Ruben Amorim dari Manchester United
“Persyaratan pribadi antara Manchester United dan Ole Gunnar Solskjaer bukanlah masalah. Pembicaraan dan negosiasi dengan agennya, Jim Solbakken, telah berlangsung dan berjalan dengan baik,” tulis akun tersebut pada (7/1/2026).
Tidak hanya itu, jurnalis asal Jerman tersebut juga menambahkan bahwa nama Ole Gunnar Solskjaer kini menjadi kandidat utama untuk menjadi pelatih pengganti Ruben Amorim hingga akhir musim ini. Di tengah proses negosiasi tersebut, Ole diketahui siap kembali melatih klub asal Manchester tersebut, meski hingga kini belum ada keputusan final dari pihak klub.
“Solskjaer saat ini merupakan salah satu kandidat utama untuk mengambil alih posisi pelatih hingga akhir musim, tetapi Manchester United juga sedang mempertimbangkan profil lain. Solskjaer siap membantu lagi dan menunggu dengan sabar. Belum ada keputusan yang diambil,” tambahnya.
Rumor dan wacana kembalinya Ole Gunnar Solskjaer ke Old Trafford bukan sekadar nostalgia, melainkan juga dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan tim di tengah situasi sulit. Selain Ole, nama besar lain yang turut disebut sebagai kandidat pelatih paruh musim ini adalah mantan pemain Manchester United, Michael Carrick.
Meski demikian, sorotan lebih banyak tertuju pada Ole Gunnar Solskjaer yang dinilai paling serius untuk mengisi peran yang ditinggalkan Amorim. Sebelumnya, Solskjaer pernah menangani Manchester United sebagai pelatih interim sebelum akhirnya diangkat menjadi pelatih tetap. Pengalaman tersebut membuatnya dianggap memahami dinamika internal klub, mulai dari karakter pemain, ekspektasi suporter, hingga tekanan kompetisi di level tertinggi.
Selain itu, faktor lain yang menjadikannya kandidat ideal dalam masa transisi ini adalah kemampuannya membawa stabilitas, memperbaiki performa tim, serta menjaga peluang Manchester United untuk bersaing di kompetisi domestik maupun Eropa.












