Jakarta – Gielbran Muhammad Noor, Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), mengakui bahwa dirinya menjadi korban teror dari oknum TNI setelah memberikan kritik terhadap Presiden Joko Widodo. Pengakuan ini muncul dalam wawancara dengan Abraham Samad di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP.
Dalam pembicaraannya, Gielbran mengungkapkan bahwa setelah memberikan gelar ‘Alumni UGM Paling Memalukan’ kepada Presiden Jokowi, dia mengalami teror baru-baru ini. Seorang oknum yang mengaku sebagai intel dari TNI mendatangi fakultasnya untuk meminta biodata pribadinya.
“Baru aja, tadi pagi (dapat teror) sebelum ke sini, fakultas saya didatangi oleh oknum yang mengaku Intel. Lebih meminta biodata dari saya pribadi melalui fakultas, Alhamdulillah fakultas sangat kooperatif Kebetulan juga cukup dekat dengan fakultas,” ungkap Gielbran dikutip Rabu, (20/12/2023).
Gielbran menyebut bahwa fakultas bersikap kooperatif dan melindungi data pribadinya, serta menegaskan bahwa mereka akan menolak permintaan tersebut jika oknum tersebut tidak memiliki surat tugas atau surat permintaan resmi.
Ia juga menceritakan bahwa dia ditelpon oleh seseorang dari fakultas universitas swasta di Kota Bogor yang meminta biodata, termasuk alamat orang tuanya. Meskipun alasan penelpon adalah untuk tugas kampus, Gielbran menolak memberikan informasi karena kecurigaan.
Baca juga:Â Dugaan Korupsi Menpora Hingga Ketua KPK Disinggung Mahasiswa di Forum Youth Political View







