RUANGBICARA.co.id – Dunia maya belakangan ini diguncang oleh potongan video pendek dari konten kreator Steven Wongso yang secara blak-blakan menyamakan orang bertubuh gemuk dengan sebutan yang sangat kasar “anjing”. Setelah gelombang hujatan menghantamnya, Steven akhirnya muncul di kanal YouTube Deddy Corbuzier untuk memberikan sudut pandangnya (14/4/2026).
Nama Steven Wongso mendadak menjadi musuh publik nomor satu bagi sebagian netizen. Ucapannya yang menyebut “orang gendut itu anjing” memicu perdebatan panas tentang batasan antara tough love (motivasi keras) dan penghinaan fisik (body shaming). Lewat podcast “Close the Door”, Steven mencoba meluruskan konteks di balik kata-kata pedas tersebut.
BACA JUGA: Bukan Cuma Tiket! Ini Strategi Baru Ancol Genjot Pendapatan dari Setiap Pengunjung
Dalam bincang-bincangnya dengan Deddy Corbuzier, Steven tidak menampik bahwa kata-kata yang ia ucapkan memang kasar. Namun, ia menekankan bahwa ada konteks besar yang seringkali hilang ketika sebuah video dipotong menjadi durasi pendek (short/reels).
Steven berargumen bahwa gaya bicaranya adalah bentuk tamparan realitas. Baginya, banyak orang yang terjebak dalam zona nyaman dan membutuhkan guncangan mental yang ekstrem untuk mulai mempedulikan kesehatan mereka. Ia mengklaim bahwa diksi “anjing” tersebut digunakan untuk menggambarkan rasa tidak puas terhadap kemalasan, bukan kebencian terhadap individu secara personal.
Di depan Deddy, Steven menjelaskan bahwa ia menggunakan pendekatan yang provokatif karena metode yang halus seringkali tidak mempan bagi sebagian orang.
“Banyak orang kalau dikasih tahu baik-baik, ‘Eh, diet yuk demi kesehatan,’ itu masuk kuping kiri keluar kuping kanan,” ungkap narasi yang kerap ia bangun. Dengan menggunakan kata-kata yang menyakitkan, ia berharap ada ego yang terluka, yang kemudian berubah menjadi bahan bakar untuk berolahraga dan mengubah pola hidup.












