VAR Jadi Penentu
Memasuki babak kedua, Porto meningkatkan tempo permainan dan mendominasi penguasaan bola. Namun, pertahanan disiplin Forest membuat wakil Portugal itu frustrasi.
Titik balik terjadi pada menit ke-77. Awalnya, wasit mengira Igor Jesus melakukan simulasi di kotak penalti. Akan tetapi, setelah meninjau tayangan VAR, keputusan diubah menjadi pelanggaran. Jesus yang mengambil sendiri tendangan penalti sukses menggandakan keunggulan menjadi 2–0.
Porto sempat mencetak gol lewat Samu Aghehowa, namun gol itu dianulir karena offside setelah pemeriksaan VAR. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2–0 untuk kemenangan Nottingham Forest tetap bertahan.
Usai pertandingan, Sean Dyche mengaku sangat puas dengan performa anak asuhnya. Menurutnya, kemenangan perdana ini adalah hasil kerja keras seluruh tim.
“Itu adalah penampilan yang bagus dan kuat karena berbagai alasan. Saya sangat senang untuk para pemain. Saya meminta mereka tampil bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk penggemar dan lambang klub. Dan mereka benar-benar melakukannya dengan luar biasa,”
ujar Dyche seusai laga, Jumat (24/10/2025).
Lebih dari sekadar kemenangan perdana bagi Sean Dyche, hasil ini juga mencatatkan sejarah tersendiri. Pasalnya, ini adalah kemenangan pertama Nottingham Forest di ajang kompetisi Eropa musim ini, sekaligus yang pertama dalam 29 tahun terakhir.
BACA JUGA: Profil Singkat Lennart Karl, Pemain 17 Tahun yang Cetak Sejarah di Liga Champions
Dengan hasil positif ini, Forest semakin percaya diri untuk bersaing memperebutkan tiket ke babak gugur Liga Eropa. Selain itu, kemenangan ini juga menandai dimulainya era baru di bawah kepemimpinan Sean Dyche yang penuh harapan bagi fans setia Nottingham Forest.






