Alasan Pemecatan
Pengunduran diri Xabi Alonso dari Real Madrid meninggalkan sejumlah tanda tanya besar. Banyak pihak mempertanyakan faktor utama yang mendasari keputusan pelatih berusia 44 tahun itu meninggalkan Santiago Bernabeu secara tiba-tiba. Padahal, kontrak Alonso masih tersisa tiga tahun dan baru akan berakhir pada 2028 mendatang.
Di satu sisi, kesepakatan bersama antara Real Madrid dan Xabi Alonso membuat perpisahan ini terkesan berjalan baik-baik saja. Namun di balik itu, terungkap adanya faktor utama yang menjadi alasan mengapa Alonso memilih pergi lebih cepat dari Kylian Mbappe dan kawan-kawan.
Dikutip dari laporan jurnalis The Athletic, Mario Cortegana, pada 12 Januari, disebutkan bahwa kepergian Alonso bukan semata-mata karena kesepakatan bersama. Manajemen Real Madrid dikabarkan tidak sepenuhnya puas dengan hasil yang ditorehkan Alonso serta tidak memiliki kepercayaan penuh terhadap era kepelatihannya.
“Meskipun dewan direksi tidak percaya bahwa Alonso sepenuhnya bertanggung jawab atas situasi ini, mereka tidak senang dengan citra tim dan hasil-hasil terbaru,” ungkap Mario dalam laporannya.
Selain itu, terungkap pula bahwa di bawah kepemimpinan Alonso, sebagian besar pemain tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan sang pelatih. Ide dan pendekatan taktik Alonso dinilai tidak sejalan dengan karakter para pemain.
“Ada kekhawatiran bahwa sebagian besar pemain di ruang ganti tidak memiliki hubungan yang baik dengan pelatih dan ide-idenya,” lanjut Mario.
Puncak dari situasi ini terjadi saat Real Madrid kalah dari rival abadinya, Barcelona, pada laga Final Supercopa de España. Kekalahan tersebut disebut menjadi titik balik yang membuat kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat demi mencegah kondisi tim semakin memburuk di tengah masalah internal.
BACA JUGA: Efek Perin Pergi, Benarkah Juventus Mulai Serius Lirik Emil Audero?
Seiring berakhirnya era kepelatihan Xabi Alonso, Real Madrid langsung menunjuk pelatih Real Madrid B atau Real Madrid Castilla, Alvaro Arbeloa, untuk mengisi posisi pelatih kepala yang ditinggalkan Alonso.












