2. Wisata Kebun Salak
Sebagai daerah penghasil salak, kawasan ini menawarkan pengalaman agrowisata. Wisatawan bisa memetik buah salak langsung dari pohonnya serta belajar proses budidaya.
Tak hanya itu, salak juga diolah menjadi berbagai makanan seperti bakpia, dodol, kerupuk, hingga nastar yang bisa dijadikan oleh-oleh.
3. Menjelajah 8 Gua Bersejarah
Inilah daya tarik tersembunyi yang jarang diketahui. Desa Wisata Pulesari memiliki delapan gua bersejarah, yaitu:
- Gua Dampar
- Gua Canguk
- Gua Wayang
- Gua Grenjeng
- Gua Gedhe
- Gua Gular
- Gua Bedhog
- Gua Leri
Setiap gua memiliki cerita sejarah tersendiri, terutama yang berkaitan dengan masa penjajahan Jepang. Salah satunya Gua Dampar yang dipercaya menjadi lokasi pertahanan pada masa tersebut.
Desa Wisata Pulesari juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti area parkir luas, mushola, masjid, toilet, kamar mandi, gardu ronda, hingga gardu bambu. Selain itu, tersedia pula homestay bagi wisatawan yang ingin menginap serta penyewaan fasilitas tambahan seperti sepeda onthel dan proyektor.
Rekomendasi Hotel
Bagi wisatawan yang ingin menginap dengan fasilitas lebih lengkap, tersedia beberapa hotel di sekitar lokasi, di antaranya:
- Joglo Plawang International Boutique Villa & Restaurant (sekitar 2,6 km)
- Griya Persada Convention Hotel & Resort Kaliurang (sekitar 5,9 km)
- Sambi Resort Spa & Restaurant (sekitar 6,5 km)
Desa Wisata Pulesari bukan sekadar destinasi wisata biasa. Selain menawarkan aktivitas outbound dan agrowisata, keberadaan delapan gua bersejarah menjadikan tempat ini memiliki nilai edukasi yang tinggi.
Dengan akses mudah, harga terjangkau, serta fasilitas lengkap, Desa Wisata Pulesari layak menjadi pilihan utama saat berkunjung ke Yogyakarta—terutama bagi kamu yang ingin menikmati wisata alam sekaligus menelusuri jejak sejarah yang tersembunyi.






