Ia juga menekankan pentingnya memastikan seluruh fasilitas lift berfungsi dengan baik agar penyandang disabilitas dapat mengakses transportasi publik dengan lebih mudah.
Lebih lanjut, Rano mengusulkan agar sejumlah stasiun MRT Jakarta dijadikan sebagai ruang berekspresi bagi para seniman yang telah melalui proses kurasi. Dengan demikian, stasiun MRT tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga ruang kreativitas bagi para seniman muda.
“Saya sudah berbicara dengan beberapa sahabat seniman yang memiliki sekolah musik. Mereka bisa tampil di sini setelah melalui proses kurasi. Tadi, Dirut MRT Jakarta juga menyetujui dan bahkan sudah memiliki programnya setiap Rabu dan Jumat,” ungkapnya.
Menurut Rano, PT MRT Jakarta telah memiliki masterplan yang baik dalam konsep TOD untuk transportasi publik. Oleh sebab itu, ia berharap selama masa kepemimpinan Pramono Anung dan dirinya pada periode 2025-2030, seluruh persoalan terkait pengembangan transportasi dapat segera diselesaikan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami berharap, selama periode 2025-2030, Jakarta bisa meningkatkan peringkat dari posisi 74 menjadi 50 sebagai kota global. Ini adalah langkah strategis untuk menyiapkan Jakarta menjadi kota global, sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 2 Tahun 2024 yang menetapkan Jakarta sebagai kota ekonomi nasional dan kota global,” pungkasnya.








