Akhirnya Damai
Meski sempat menimbulkan kegaduhan, kedua belah pihak akhirnya sepakat berdamai di Polsek Tanah Abang. Mereka menandatangani surat pernyataan bersama.
Namun, korban tetap merasa kecewa karena pelaku tidak bersedia membuat video klarifikasi. Ia menyebut hanya diberi uang damai sebesar Rp200 ribu oleh pihak keluarga pelaku.
“Sebetulnya, kalau malam itu admin atau joki datang menemui saya dan memperlihatkan akun tersebut lalu fotonya dihapus di hadapan saya, saya gak bakal up video ini. Tapi karena sikap pelaku di kantor polisi yang gak bisa saya terima, akhirnya video ini saya unggah,” tulisnya lagi.
Di sisi lain, korban menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ia menegaskan tidak ada niat untuk mempermalukan siapa pun.
“Aku atas nama pribadi minta maaf kepada pelaku, keluarga pelaku, dan masyarakat. Tidak ada sedikit pun niat untuk menghina bahkan berbuat jahat dari awal sebelum kegaduhan ini terjadi,” ungkapnya.
BACA JUGA:Â Kasus Raya di Sukabumi, Alarm Bahaya Cacingan pada Anak yang Sering Diabaikan, Ini Tandanya
Meski begitu, warganet justru memberi dukungan kepada korban. Menurut mereka, wajar jika seseorang marah ketika fotonya disalahgunakan untuk hal yang merugikan.












