Selain itu, untuk meningkatkan keamanan di destinasi wisata, Kemenpar bekerja sama dengan Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) keamanan pariwisata.
Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi melalui Nota Kesepahaman Bersama (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mendukung target nasional di bidang pariwisata. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan transformasi menuju pariwisata yang berkualitas dapat lebih cepat terwujud.
Penguatan Teknologi untuk Pariwisata
Selanjutnya, dalam hal teknologi, Kemenpar memperkuat kolaborasi dengan Kemenkomdigi untuk memastikan akses internet di seluruh destinasi wisata. Menurut Wamenpar, keberadaan infrastruktur digital menjadi elemen penting yang tak dapat diabaikan dalam upaya mendukung pariwisata berkelanjutan.
“Mari jadikan hasil dari Pra-Rakornas ini sebagai langkah nyata untuk transformasi pembangunan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya. Dengan demikian, berbagai kebijakan yang telah disusun dapat langsung diimplementasikan.
Pada kesempatan yang sama, Wamenpar turut menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) skema okupansi ASEAN antara Kemenpar dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNPS).
Penandatanganan ini dilakukan oleh Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Diah M. Paham, bersama Ketua BNPS, Syamsi Hari.
BACA JUGA:Â Inilah Daftar Destinasi Wisata di Serpong, Tempatnya Enak dan Nyaman
Secara keseluruhan, dengan langkah-langkah ini, Wamenpar optimistis bahwa pariwisata Indonesia akan semakin berkualitas, aman, dan berkelanjutan. Tentunya, sinergi antara berbagai pihak menjadi kunci utama untuk mewujudkan tujuan tersebut.









