Jakarta – SCG, pemimpin bisnis regional di ASEAN, telah menginisiasi tiga proyek ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui upaya yang konsisten, inisiatif ini diwujudkan dengan kolaborasi bersama berbagai pihak.
Sebagai bagian dari misinya, SCG mengimplementasikan bisnis berbasis ESG 4 Plus. Konsep ini mencakup empat pilar utama, yaitu net zero emissions, produk dan industri hijau (Go Green), pengurangan kesenjangan sosial (Reduce Inequality), dan kolaborasi (Embrace Collaboration).
BACA JUGA:Â Harga Emas Antam Turun, Buruan Beli!
Dengan strategi ini, SCG berkomitmen untuk menciptakan dampak positif di kawasan ASEAN.
Selain itu, berbagai pihak, baik dari sektor swasta maupun pemerintah, turut dilibatkan dalam realisasi proyek-proyek ini. Berikut adalah tiga inisiatif utama yang dijalankan oleh SCG.
1. Low Carbon City Saraburi
Pertama, proyek Low Carbon City di Saraburi, Thailand, menjadi model inovasi ekosistem rendah karbon. Tidak hanya itu, kota ini merupakan pusat manufaktur besar, termasuk industri semen, yang memberikan kontribusi hingga 67% dari pendapatan negara.
Proyek ini dipimpin oleh Pemerintah Saraburi dengan dukungan TCMA, SCG, tujuh kementerian Thailand, serta mitra global seperti World Economic Forum (WEF). Selain itu, dana sebesar 200 juta Baht telah disediakan melalui Green Fund dari Kanada.
Menurut Direktur Pembangunan Berkelanjutan SCG, Nuttavut Intarode, pembangunan rendah karbon memerlukan penyelarasan antara tujuan nasional dan industri.








