Nicol menyatakan PHK tidak akan berdampak pada karyawan di gerai Starbucks maupun investasi yang telah direncanakan oleh perusahaan.
“Perekrutan masih akan dilakukan namun diterapkan dengan kehati-hatian dan urgensi,” ungkapnya.
Diketahui, Starbucks menghadapi penurunan permintaan di AS dan China. Investor berharap Niccol dapat menyederhanakan struktur operasional dan menghidupkan kembali budaya kedai kopi di toko-toko AS.
BACA JUGA:Â Apakah Mie Gacoan Mengandung Minyak Babi? Ternyata Faktanya Begini
Menurut laporan tahun 2024, Starbucks mempekerjakan sekitar 211,000 orang di AS dan sekitar 150,000 karyawan internasional.









